Sabtu, 02 Juni 2012

Virus Flame Virus Terbaru 2012

Komputer Pejabat Iran Terkena Flame


Jamdesign - Shutterstock
Komputer milik beberapa pejabat tinggi di Iran terinfeksi  ini bernama Flame (virus mata-mata).

Fakta ini dikonfirmasi oleh organizasi Cyberdefense Iran, pada Selasa (29/5/2012).

Dalam pernyataan tertulis di situsnya, Pusat Koordinasi Tim Reaksi Darurat Komputer Iran (MAHER) memperingatkan bahwa  baru ini sangat berbahaya.

Seorang sumber dari organisasi tersebut yang dikutip oleh New York Times mengatakan bahwa Flame bisa menimbulkan ancaman yang lebih besar daripada Stuxnet yang merusak beberapa mesin pemutar (centrifuge) dalam program pengayaan nuklir Iran tiga tahun lalu.
Ini bukan  biasa. Dia (Flame) dirancang untuk memata-matai komputer tertentu.
-- Kamran Napelian, Tim Reaksi Darurat Komputer Iran

Berbeda dengan Stuxnet, Flame dirancang bukan untuk menghancurkan, tetapi mencuri data dari berbagai sumber. "Virus ini merekam ketikan keyboard dan memonitor apa saja yang tampil di layar komputer," ujar Kamran Napelian, seorang pejabat di Tim Reaksi Darurat Komputer Iran.

kaspersky
Nama "Flame" berasal dari salah satu modul dari virus ini (gambar:  Labs)
Flame mampu mencuri password, menyadap suara lewat mikrofon komputer, serta mengambil data dari hard disk  komputer. "Sementara si pembuat virus itu bisa mengendalikannya dari jauh. Ini bukan virus biasa. Dia (Flame) dirancang untuk memata-matai komputer tertentu," lanjut Napelian.

Menurut Kaspersky Lab yang menemukan Flame, kompleksitas dan kecanggihan fungsi virus yang bisa memiliki ukuran total 20  ini berada jauh di atas program-program jahat lain yang pernah ditemukan.

Saking canggihnya, Kaspersky mengatakan bahwa Flame diciptakan bukan oleh penjahat cyberbiasa, melainkan sebuah negara yang sengaja melepasnya untuk mencapai tujuan tertentu.

Penyebaran Flame terbatas dalam lingkup kecil di negara-negara tertentu di Timur Tengah, dengan kasus terbanyak ditemukan di Iran. Virus ini berhasil menyelinap tanpa ketahuan selama bertahun-tahun. Flame diduga disebarkan melalui  flashdisk yang ditancapkan ke komputer untuk bertukar data.

Didalangi Israel? 


Pejabat pertahanan dunia maya (cyberdefense) Iran mengatakan bahwa virus Flame memiliki ciri-ciri enkripsi yang mirip dengan malware yang pernah dilepas oleh Israel sebelumnya.

"Enkripsi virus ini memiliki pola khusus yang hanya terdapat di produk buatan Israel," ujar Kamran Napelian, seorang pejabat di Tim Reaksi  Darurat Komputer Iran (Maher). "Sayangnya, mereka (Israel) memang sangat kuat di bidang Teknologi Informasi."

Meskipun belum mengeluarkan tanggapan resmi mengenai tudingan itu, pernyataan-pernyataan dari para pejabat tinggi Israel menyiratkan keterlibatan negara ini dalam masalah serangan cyberyang menimpa Iran.

"Siapapun yang merasa terancam oleh Iran akan mengambil langkah-langkah, termasuk ini (virus), untuk menyerangnya," ucap Wakil Perdana Menteri dan Menteri urusan strategis Israel, Moshe Yaalon, dalam interview dengan  Militer Israel, Selasa kemarin.

Malam harinya, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu tidak menyebutkan virus Flame secara spesifik dalam sebuah pidato, tetapi menyinggung soal virus komputer sebagai salah satu dari ancaman gawat yang  dihadapi Israel.

Katanya, "Kami menginvestasikan sejumlah besar uang untuk mengurus hal tersebut, termasuk sumber data manusia dan finansial. Saya berharap investasi tersebut akan memberi hasil besar dalam beberapa tahun ke depan."

Besar kerugian akibat serangan Flame belum diketahui. Akan tetapi, dengan asumsi virus tersebut sudah aktif selama enam bulan terakhir, Napelian mengatakan bahwa Flame telah mengakibatkan kebocoran data  dalam jumlah masif.

Sejauh ini, perusahaan-perusahaan  belum membuat "obat penawar" Flame, namun Maher mengatakan bahwa pihaknya sudah menemukan penangkal dan  khusus untuk mengenyahkan virus mata-mata tersebut. Penangkal itu akan didistribusikan ke organisasi-organisasi Iran yang komputernya terinfeksi.

Flame pertama kali ditemukan oleh Kaspersky Lab ketika perusahaan sekuriti tersebut diminta oleh  Serikat Telekomunikasi PBB untuk menganalisa infeksi virus di Kementerian Minyak Iran.
Sumber :
New York Times

Tidak ada komentar:

Posting Komentar